Orang Aneh

Foto saya
Setahuku aku cuma seorang wanita, punya banyak mimpi dan keinginan. Makhluk Allah yang terlalu banyak meminta padahal terlalu banyak yang sudah Sang Pencipta berikan.

Jumat, 20 November 2009

Mencuri 3 Biji Kakau DIHUKUM????

Subhanallah... Masya Allah... Kemana perginya keadilan? Kemana perginya rasa kemanusiaan? Sungguh Terlalu....
Kata-kata itulah yang pertama yang terlintas di pikiran dan perasaan Ela, gimana bisa seorang nenek yang hanya berpikir mengambil 3 buah biji kakao untuk bibit harus berhadapan dengan persidangan meja hijau dengan tuntutan 6 bulan penjara, emang brapa juta sih rugi nya tuh PT diambil biji kakaonya 3 buah. Sementara para koruptor-koruptor yang notabene melakukan penggelapan berjuta-juta bahkan sampai kita-kita rakyat biasa ini gak bisa menghitungnya malah bebas berkeliaran kesana-kesini, shoping sana shoping sini, liburan sana liburan sini, ndak cuma dalam negri bung dah merambah kmana-mana, seluruh dunia!!! Sebenarnya melek ndak sih tuh tim penuntut? Ndak punya hati ya, jangan pake alasan "Saya cuma menjalankan perintah!" Naudzubillah...

Kemarin-kemarin marak dengan kasus Cicak vs Buaya dikalangan atas, nah ini lebih parah lagi malah... Emang bener deh kalo keadilan dan hukum dunia itu adalah UANG!!! Cuma hukum Allah disana nanti yang Pasti!!!
Ela cuma bisa nangis waktu melihat di TV dengan polos nenek cuma menjawab yang sejujurnya karena memang itulah adanya. Apa ndak bisa diselesaikan dengan kekeluargaan? Udah dikembalikan dan minta maaf kok masih di permasalahkan, sebegitu tak terima nya atau hanya ingin cari sensasi belaka?
Ela hanya memaki-maki dalam hati sambil berdo'a semoga nenek Minah diberikan kesabaran atas ujian Allah ini. Y emang salah sih kalo ngambil ga ngomong itu mencuri, tapi kan udah
minta maaf + udah dikembalikan, masih merasa dirugikan???

"Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.

Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.

Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.

Sadar perbuatannya salah, Minah meminta maaf pada sang mandor dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. 3 Buah kakao yang dipetiknya pun dia serahkan kepada mandor tersebut. Minah berpikir semua beres dan dia kembali bekerja.

Namun dugaanya meleset. Peristiwa kecil itu ternyata berbuntut panjang. Sebab seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto."
Dikutip dari www.detiknews.com

Sedih ya? Seorang nenek yang dimata Ela tidak pantas menerima semua tu malah menerima hal pahit seperti itu sementara entah siapa yang mungkin banyak dari kita tahu perbuatan terkutuknya malah bebas berkeliaran entah kmana. Keadilan itu akan ada di akhir zaman tapi manusia tak semua nya hidup sampai zaman itu tiba.
Mungkin inilah salah satu tanda-tanda kiamat kecil "Sugro", ah apakah Ela masih hidup untuk melihat keadilan yang sebenarnya? Ataukah telah tiada hingga keadilan yang sebenarnya pun kian sirna?
Subhanallah... Hanya Allah lah yang mengetahui taqdir alam semesta.

12 komentar:

fauzi blog mengatakan...

memang sbuah ironi di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini...

lanang celup mengatakan...

@fauzi,
butul butul butul... mungkin emang sudah gak ada yang namanya keadilan buat yang "ga punya uang"!!!

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× mengatakan...

He he he....Namanya mencuri dimana mana tetap salah,namun bila dilihat dari sisi hukuman memang jadi sebuah dagelan.Hukum tdk pernah salah tapi oknum hukum yang salah, bila kita mau jujur pada nurani kita hukum akan tetap di tegakkan.Tapi bila berbicara masalah Uang hukum hanya bisa berkata " diatur aja bagaiman baiknya" he he he....Indonesiaku...

BMI mengatakan...

Wow .....embah gimana jalani sisa usianya di balik jeruji besi??kasihan dan ironis banget....

Chan mengatakan...

PERSETAN DENGAN HUKUM THOGHUT INDONESIA!

Kalau Koruptor kesalahan tak hanya mencuri dia juga sudah menyelewengkan amanah!

Namanya mencuri ya di potong tangannya. Tak pandang dia mo nenek ato aki2. Kalau tahu mana haq mana batil ya POTONG TANGAN dunk!

Bodohnya Sistem Hukum di Indonesia masih saja di Ikuti. Hukum yang mencampur adukkan Antara haq dan batil, hukum yang mencampur adukkan Islam, Adat dan Barat. Hukum yang tak pasti yang bisa dibeli! Hukum yang dibuat dengan Perasaan bersenggama dengan Nafsu Belaka! HUKUM RIMBA. LAKNATULLAH!

Sungguh Allah Maha Adil.
Smoga kita senantiasa dalam jalan yang Haq. Amin


http://www.amierchan.co.cc
http://langitmenghitam.blogspot.com/
http://www.chforn.co.cc

lanang celup mengatakan...

@×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷×
Ya emang mencuri kalo ngambil tanpa ngomong, tapi kalo orang udah sadar dengan kesalahan nya po gak pantas dimaafkan? emang hukum di indonesia tuh UANG yang berkuasa.

@BMI,
untungnya gak di tahan di jeruji besi,yah Allah maha Adil. Percaya saja kalau Allah apsti kasih jalan terbaik untuk HambaNYA.

@chan,
kalo hukum islam ditegakkan seperti zaman Rosulullah, Ela yakin gak akan ada pencuri pa lagi koruptor. tapi orang sekarang malah mikirnya hukum Islam tuh terlalu kejam, itulah beda zaman sekarang dengan zaman Rosulullah.
enak kan hidup zaman sekarang??? makin jauh dari hukum islam, Tragis...

liferadio mengatakan...

nothing justice again,,nice post,,please visit n send comment in my blog friend,,thanks

lanang celup mengatakan...

@liferadio,
thanks for u'r comment

irwanbajang mengatakan...

harusnya misuh misuh memang kita..
ini tandanya hukum itu tumpul ke atas, tapi tajam ke bawah..sial memang, mereka nakut2in rakyat kecil dengan selalu makai hukum buata yang lemah...
kasihan, saya sedih melihatnya..
SBY emang impotent

lanang celup mengatakan...

@irwan bajang,
yups seperti mata tombak, tumpul diatas semakin runcing kbawah....
wah kalo km misuh-misuh dsini ntar terkena pasal seperti Bu Prita lho, hati-hati hehe

irwanbajang mengatakan...

lama gak mampir2...hehehe
kamu juga gak pernah mampir...aku baca2 lagi ya di sini...kok gak ada yang baru, jeng?

Dark_Ela mengatakan...

@bajang, hehehe gek sok sibuk ngurusi gawean kantor, jadi otaknya dah tumpul terfokus ma kantor doang hohoho...

Know Me

 |